Terkadang kita lupa, ada jiwa kanak kanak kita yang haus untuk dipenuhi gejolaknya.
Saat kita penuhi kehausan gejolak kanak kanak kita, biasanya jiwa lebih rileks dan happy
Kamis, 14 Mei 2015
Rileks
Jumat, 01 Mei 2015
HARMONI
Kami keluarga wirausaha
Kami keluarga homeschooler
Hampir 24 jam Bapa, Ibu dan anak anak berinteraksi langsung
Gesekan bahkan benturan kepentingan dan keinginan antar "kami" sangat mungkin terjadi
Rumah - Pendidikan dan Pengasuhan anak anak - Bisnis, tiga hal yang menuntut untuk dipenuhi hak-haknya
Menjadikan 3 hal tersebut harmoni menjadi perjalanan panjang yg mesti dilalui dengan penuh penghayatan :)
Kamis, 23 April 2015
Jujur Membaca Usaha Sendiri
Saat berinteraksi dengan sesama pebisnis, ada beberapa "penyakit" yang harus kita waspadai.
Pertama ; jika usaha kita pernah atau (merasa) sedang maju, biasanya ada hasrat untuk memoles usaha kita denga image-image kemapanan, kesejahteraan, kemewahan, serta atribut lainnya.
Kedua ; jika kita merasa usaha kita belum apa-apa, maka penyakit minder, ga pede, tidak "lepas" dalam berinteraksi, ragu mengeluarkan potensi atau justru iri dengki pada kemajuan usaha orang lain serta penyakit lainnya.
Saat gejala-gejala diatas mulai terdeteksi ada dalam diri kita, maka berhentilah sejenak, luangkan waktu untuk jujur berdialog dengan "diri kita".
Lihatlah dengan penglihatan yang objektif bagaimana dan baru sampai mana usaha kita sesungguhnya?
Bagaimana kondisi finansial usaha kita? cashflownya?, neracanya?. omset?, profit?, hardcash yang dipegang?
Bagaimana pemasarannya?, promosinya?, brandingnya?, volume penjualannya?
Lalu SDM, masih jadi self employeekah kita? Waktu kita habis untuk urus usaha? Bagaimana dengan keluarga? Adakah space waktu, pikiran dan dana untuk pengembangan diri kita?
Karyawan, bagaimana produktifitasnya?, kesejahteraannya? Pengembangan dirinya?
Dan berderat pertanyaan lainnya yang dapat kita dialogkan dengan "diri" kita
Setelah itu, apa langkah berikutnya???
Dengan menyisir kondisi usaha kita, maka kita akan tahu lubang lubang yang harus ditambal, retak retak yang harus diperbaiki, serta sisi mulus yang harus dipertahankan.
Lalu buat langkah langkah kongkrit agar usaha kita kuat dan besar.
Nyalakan semangat, FOKUS pada apa yang kita inginkan
Dan saat kita kembali berinteraksi dengan sesama pebisnis, tak ada lagi hasrat tempel tempel image atau minder dan ga pede.
Yang ada adalah semangat mencari ilmu, saling memberi dan berbagi semangat, mengasah diri, mengupgrade kapasitas diri, dan sinergi.
Sabtu, 18 April 2015
Prductivity Techniques
1. Plan your day before it start.
2. Read and Write your outcomes
3. Develop a regular schedule
4. Analize your activity to identify and minimize time wasters
5. Analuze your business, employees to identify and minimize time wasters
6. Priority...priority...priority
7. Use your day timer system
8. Write it down and thinking in paper
9. Manage interuptions
10. Work everyday toward on outcome
11. Control the telephone, gadget and social media
12. Learn to terminate discussion
13. Delegate.
Jumat, 17 April 2015
Pemakluman
Dalam interaksi interpersonal baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bisnis tentu tidak dapat dihindari adanya gesekan gesekan. Sangat mungkin berbeda pendapat, keonginan atau persepsi.
Pemakluman adalah senjata ampuh untuk menyelaraskan interaksi agar tetap harmoni.
Pemakluman terhadap orang lain adalah permainan di wilayah kesadaran yang lebih tinggi.
Rabu, 15 April 2015
Keyakinan
Jika saya mengambil rentang skala antara 0 - 100, maka keyakinan hanya akan memilih diantara 2 angka itu
Jika tak yakin sama sekali berarti kita akan berdiri di angka 0. Sebaliknya bila yakin sepenuhnya, maka kita ada di angka 100.
Jika diantara keduanya? Berarti kita belum yakin alias masih RAGU-RAGU.
Keyakinan hanya bermain di wilayah ekstrim 0 atau 100
Senin, 13 April 2015
Planing dan Menghadirkan "Kesadaran" Menjalani Proses
Beberapa minggu berlalu. Tekad membuat planing harian dapat dijalankan. Dipagi hari planing dibuat. Malam waktunya evaluasi. Ada rasa senang ketika semua deretan planing bersanding centang ;).
Namun diam-diam ada sesuatu yang kian hari kian menumpuk. Rasa lelah, seperti dikejar kejar target dan "tumaninah" yang hilang
Saya merasa ini tidaklah baik untuk fisik dan psikis saya. Saya merenung, bertanya pada diri sendiri, pasti ada sesuatu yang belum tepat.
Hari berjalan, saya berbincang dengan seorang teman, lantas saya menangkap kalimat-kalimat yang sungguh mencerahkan.
"Tidak ada yang salah dengan membuat planing, bakhan itu sangat bagus. Saat planing dibuat, buatlah pikiran sampai pada goal yang kita buat. Lantas bawa kembali pikiran ke tempat kita berdiri saat ini.
Satukan pikiran, rasa dan fisik menikmati setiap alunan proses. Hadirlah...nikmatilah...setiap proses hari ini. Yaa menikmati proses hari ini membuat batin kita rileks.
Satu keping hikmah yang saya dapat hari ini. Semoga bisa jadi bekal melangkah lebih berkelas. Aamiin