Sabtu, 07 Maret 2015

Berjalan Menuju Cahaya

Saat telah mengetahui mana jalan gelap gulita dan mana jalan cahaya, maka tangga berikutnya yang siap saya naiki adalah tangga keberanian.

Yaa...

Mampukah saya menyulut bara keberanian dalam diri menempuh jalan cahaya itu?

Saya lihat cahaya itu terang benderang di ujung sana, namun saat saya tarik mundur menuju titik saya berdiri saat ini....

Jalannya sempit berliku dan terjal, duka, kecemasan, keringat dan airmata mengapit kiri kanannya.

Menempuh proses bisnis Ilahiyah, hanya dengan cara-cara yang Dia suka, meninggalkan yang Dia tak suka.

Menjauh dari riba, gharar, maysir dan praktek praktek lain yang mengundang murkaNya.

Itulah jalan cahaya, tangga yang siap menanti untuk dinaiki.

Saya bekali ayunan langkah dengan

Bismillaah
Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar